Dalam beberapa kasus, di dunia pendidikan kebebasan pendapat dan kebebasan berfikir merebak. Baik di kalangan anak kecil maupun remaja seolah-olah kini mereka disuntikkan dengan materi-materi di luar tingkat kemampuan otak mereka untuk menganalisis fungsi dan kegunaan masing-masing media tersebut, sehingga saat mereka mempelajari sesuatu lewat media-media teknologi baru seperti televisi, internet. Mereka lalu tertarik terhadap ilmu-ilmu yang nantinya dapat merusak perkembangan daya pikir anak tersebut. Lalu mereka terpacu untuk mendalami objek apa yang telah ia dapatkan lewat media tersebut. Penyesalan akan anak tersebut rasakan setelah terjadi suatu kejadian yang tidak mereka inginkan. Dari sini diperlukan bimbingan pengawasan dari orang tua, masyarakat dan lingkungan. Namun bukan tidak mungkin apapun hambatan yang akan dihadapi si anak, anak akan makin terpancing mencari tahu apa yang ingin mereka pelajari secara mendalam tersebut. Karena memang mudahnya media yang merebak dan meluas...
Ini menyangkut kehidupan, apa yang kita lihat antara imajinasi dan kenyataan