Skip to main content

Objek Wisata Jembangan yang patut dikunjungi

    Malam ini, ku mulai corat coret tulisan ketimbang nganggur pikirku.. Nah, kali ini aku akan bahas Objek Wisata yang masih terdengar asing di telinga kita. kalau kita bicara wisata? pasti teman-teman akan membayangkan suasana nyaman tempat untuk melepas lelah rutin bekerja, sekolah, nah.... aku hanya mau bagi info kalau Desa Wisata Jembangan ini, pantas untuk dikunjungi. Keadaan desa yang asri, masih alami, dengan rimbunan pohon, dan bendungan jembangan yang biru mampu menghilangkan penat yang selama ini menghantui kita. kerja terus?? pasti butuh refreshing lah?? kuliah?? makalah?? dan tugas-tugas yang bikin stress sejenak bisa dihilangkan dengan kita berefreshing..  tiket masuk yang sangat terjangkau.
   Desa Jembangan terletak di kecamatan Poncowarno Kabupaten Kebumen, Desa ini, dari arah kecamatan kutowinangun ke utara. Kecamatan Kutowinangun dari kota kebumen ke arah timur. Disana terdapat sarana outbond yang menantang dan alami,  dengan kondisi alam yang tergolong fantastis. Desa ini, merupakan salah satu objek wisata yang sedang dikembangkan oleh pemerintah kota kebumen, sehingga sarana dan prasaranya belum memadai, dan infrastruktur jalan yang masih dalam perbaikan. Objek wisata jembangan natinya akan dilengkapi dengan beberapa wahana pendukungnya seperti kebun binatang, kolam pemancingan dan masih banyak yang lain.  Pada tahun 2012 akan dilengkapi beberapa wahan baru. 
    Baik, untuk lebih jelasnya, aku ambilkan screen shot dari obwis jembangan... jangan lupa untuk dikunjungi??


Comments

Popular posts from this blog

Cuitan saya; Mengapa suka sekali tidur?

Kegiatan belajar-mengajar seyogyanya menjadi kegiatan yang menyenangkan antara guru dengan murid supaya proses transfer ilmu pengetahuan dapat berjalan dengan baik. Namun, proses transfer itu tidak akan berjalan dengan lancar, jika salah satunya mengalami kendala atau tidak punya motivasi sama sekali untuk belajar, maka proses transfer ini pastilah tidak akan berhasil dan akan gagal.  Proses transfer ini akan berhasil jika guru dan siswa sama-sama mempunyai niat untuk belajar. Guru belajar memperdalam ilmunya, siswa belajar untuk memperoleh ilmu yang baru pertama kali dia pelajari. Saya berani membuat kesimpulan seperti ini karena berdasarkan pengalaman saya mengajar. Siswa yang mempunyai kemauan untuk belajar, akan berusaha aktif, akan berusaha menyerap ilmu yang disampaikan guru, walaupun mungkin siswa itu mengantuk. Berbeda dengan siswa yang kurang atau tidak mempunyai kemauan untuk belajar, dia akan kurang peduli atau bahkan tidak peduli dengan ilmu yang seharusnya diterimanya....

Ayolah mulai menulis lagi

Beberapa waktu yang lalu, kawan seperjuangan yang sama-sama mengajar dalam satu sekolah, tiba-tiba mengajak saya untuk menulis. Kawan saya menunjukkan beberapa tulisannya ke saya untuk dikoreksi. Berbicara mengenai kawan yang satu ini, dia adalah kawan terbaik saya selama mengajar di sini, saya menganggap demikian, karena memang demikianlah dia.  Ada banyak rekaman memori bersamanya, berdua bersama ketika ikut tour rombongan sekolah, ataupun ngobrol di suatu waktu, di tengah kesibukan. Walau sebenarnya ya nggak terlalu sibuk. Hehehe. Dialah yang menguatkan di saat terpuruk. Rekaman memori itu masih terekam jelas, terutama saat iseng mencari buku di toko-toko/kios buku bekas karena memang kebetulan hobi kita sama-sama membaca, walau kadang buku yang dibaca nggak tuntas. Dia pernah mengatakan bahwa saya sudah dianggapnya sebagai keluarga karena kita sama-sama datang dari kampung/perantauan. Waktu mencari buku kita jalan kaki sampai puas jalan kaki, ya mungkin hobinya juga jalan kaki....

Mbah Sripi

Suasana memanas seantero kampung ketika terdengar cerita yang mengguncangkan telinga setiap wajah yang mendengarkannya. Semalam kampung Argopuro menyelenggarakan gelaran wayang golek semalam suntuk. Acara wayangan itu biasa diselenggarakan warga untuk menyambut hari jadi kampung yang ke 101. Tapi penyebab memanasnya kampung itu bukanlah disebabkan oleh gelaran wayang golek itu. Begini kisahnya menurut Mbak Darsini, Kang kemarin banyak warga yang kehilangan kewan trenak. Ga tau lho kang penyebabe ki opo. Lha wong warga ki do nyeluk wayang golek. Kang Arjo ketua RT 2 kehilangan 3 ekor kambing dan beberapa pakaian miliknya yang sedang dijemur, terus pak paimun kehilangan 2 ekor sapi, padahal salah satunya sedang bunting, begitu kisah menurut Mbak Darsini. Menurut Pak RW, Desa Argopuro yang banyak kehilangan hewan ternaknya disebabkan oleh ketidaksiagaan penduduk setempat. Lha wong lagi asyik-asyiknya menonton gelaran wayang. Bukan hanya hewan trenak aja yang hilang tanpa sebab ya...