Skip to main content

"Potensi wisata alam dan seni kebumen"

Hi sobat, yg gag sengaja buka blog ini atau memang ingin tau. Ketahuilah kabupaten kebumen Jateng, menyimpan potensi wisata seni dan alam yang luar biasa. Dengan keadaan alam yang sebagian besar di dataran rendah, pegunungan kapur yang membentang di sebelah selatan gombong, pesisir selatan yang fantastis membentang dari sebelah timur ke barat. Ombak laut menggulung-gulung yang sangat menarik untuk dikunjungi, pantai-pantai nan menakjubkan dari pantai pasir/menganti dengan keadaan alam yang terkenalnya mirip pantai kuta di bali, terdapat gua yang tersembunyi dan ikan hias dibalik batu karangnya, itu baru salah satu pantai apalagi jika semuanya dikunjungi, menarik pastinya karena masih ada (pantai tanjung batu, pantai logending, pantai karang bolong, pantai suwuk, pantai petanahan, pantai bocor).. Semuanya sangat-sangat mengesankan dan sangat rugi jika tidak dikunjungi. Baru deretan pantai saja sudah mengesankan, gua yg sangat terkenal pun ada goa petruk, goa jatijajar, wisata geologi nomor 1 di indonesia pun ada, (LIPI Karangsambung), disana anda akan menemukan batuan dasar laut yang menarik, jenis batuan langka, fosil tumbuhan yang telah membatu . . Selain itu waduk sempor, waduk wadaslintang pun jangan lupa ditinggalkan begitu saja karena mereka juga tidak kalah mengagumkannya. . Itu baru dari segi alamnya saja, dari kerajinan, kesenian juga menyimpan potensi wisata yang luar biasa namun belum banyak diketahui, seni anyaman merupakan seni anyaman pandan andalan dari desa grenggeng, karanganyar. . Namun juga Seni tarinya juga luar biasa. . Terdapat kuda kepang terbesar yang masuk rekor MURI. . Well untuk selanjutnya . . Nantikan postingan berikutnya! . . Jangan sia-siakan potensi wisata kebumen yang mengagumkan!!.

Comments

Popular posts from this blog

Cuitan saya; Mengapa suka sekali tidur?

Kegiatan belajar-mengajar seyogyanya menjadi kegiatan yang menyenangkan antara guru dengan murid supaya proses transfer ilmu pengetahuan dapat berjalan dengan baik. Namun, proses transfer itu tidak akan berjalan dengan lancar, jika salah satunya mengalami kendala atau tidak punya motivasi sama sekali untuk belajar, maka proses transfer ini pastilah tidak akan berhasil dan akan gagal.  Proses transfer ini akan berhasil jika guru dan siswa sama-sama mempunyai niat untuk belajar. Guru belajar memperdalam ilmunya, siswa belajar untuk memperoleh ilmu yang baru pertama kali dia pelajari. Saya berani membuat kesimpulan seperti ini karena berdasarkan pengalaman saya mengajar. Siswa yang mempunyai kemauan untuk belajar, akan berusaha aktif, akan berusaha menyerap ilmu yang disampaikan guru, walaupun mungkin siswa itu mengantuk. Berbeda dengan siswa yang kurang atau tidak mempunyai kemauan untuk belajar, dia akan kurang peduli atau bahkan tidak peduli dengan ilmu yang seharusnya diterimanya....

Ayolah mulai menulis lagi

Beberapa waktu yang lalu, kawan seperjuangan yang sama-sama mengajar dalam satu sekolah, tiba-tiba mengajak saya untuk menulis. Kawan saya menunjukkan beberapa tulisannya ke saya untuk dikoreksi. Berbicara mengenai kawan yang satu ini, dia adalah kawan terbaik saya selama mengajar di sini, saya menganggap demikian, karena memang demikianlah dia.  Ada banyak rekaman memori bersamanya, berdua bersama ketika ikut tour rombongan sekolah, ataupun ngobrol di suatu waktu, di tengah kesibukan. Walau sebenarnya ya nggak terlalu sibuk. Hehehe. Dialah yang menguatkan di saat terpuruk. Rekaman memori itu masih terekam jelas, terutama saat iseng mencari buku di toko-toko/kios buku bekas karena memang kebetulan hobi kita sama-sama membaca, walau kadang buku yang dibaca nggak tuntas. Dia pernah mengatakan bahwa saya sudah dianggapnya sebagai keluarga karena kita sama-sama datang dari kampung/perantauan. Waktu mencari buku kita jalan kaki sampai puas jalan kaki, ya mungkin hobinya juga jalan kaki....

Mbah Sripi

Suasana memanas seantero kampung ketika terdengar cerita yang mengguncangkan telinga setiap wajah yang mendengarkannya. Semalam kampung Argopuro menyelenggarakan gelaran wayang golek semalam suntuk. Acara wayangan itu biasa diselenggarakan warga untuk menyambut hari jadi kampung yang ke 101. Tapi penyebab memanasnya kampung itu bukanlah disebabkan oleh gelaran wayang golek itu. Begini kisahnya menurut Mbak Darsini, Kang kemarin banyak warga yang kehilangan kewan trenak. Ga tau lho kang penyebabe ki opo. Lha wong warga ki do nyeluk wayang golek. Kang Arjo ketua RT 2 kehilangan 3 ekor kambing dan beberapa pakaian miliknya yang sedang dijemur, terus pak paimun kehilangan 2 ekor sapi, padahal salah satunya sedang bunting, begitu kisah menurut Mbak Darsini. Menurut Pak RW, Desa Argopuro yang banyak kehilangan hewan ternaknya disebabkan oleh ketidaksiagaan penduduk setempat. Lha wong lagi asyik-asyiknya menonton gelaran wayang. Bukan hanya hewan trenak aja yang hilang tanpa sebab ya...